Selasa, 07 April 2015

Motivasi PerubahanQ

Motivasi Perubahanku
Ukhty ......Bertemu denganmu adalah suatu hal yang sangat berarti bagiku, dimana dirimu adalah sosok wanita yang dikaruniai sebuah paras yang begitu cantik dengan tingkah laku yang lemah lembut yang senantiasa taat dan bertaqwa pada Allah...... Ukhty..... aku tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan dirimu secara langsung, sebuah kebahagian bagiku dan terasa bagai mimpi bahwa dirimu benar-benar ada dihadapanku. Sebuah kebahagiaan tersendiri buatku dan mungkin bagi sebagian besar muslimah yang berada satu tempat bersamamu pada saat itu.
Sebuah kegiatan seminar kemuslimahan dengan tema “Dedikasi Terbaik Untuk yang dicintai karena Allah” yang mempertemukan kita pada saat itu. Ini bukan sebuah kebetulan tetapi ini adalah salah satu rencana Allah yang dengan mengikuti kegiatan itu diriku dapat berdenganmu secara langsung dan dengan sebuah kata-kata yang ukhty ucapkan yang menggerakkan hatiku. Bahwa “Ampunan Allah sangatlah Luas Maka Memohon Ampunlah” dengan kata itu aku kembali merenung bahwa begitu banyak kehilafan yang pernah saya lakukan, begitu banyak sebuah kesalahan yang pernah saya lakukan, dan begitu sering saya lalai dalam kewajibanku. Dan saya bertekad untuk memperbaiki diriku menuju perubahan yang lebih baik... dan aku teringat dengan kata salah seorang teman kuliahku bahwa “siapapun kita dimasa lalu, bukan berarti kita tidak berhak untuk menjadi muslim/muslimah yang baik”. Yang membuatku semakin kuat untuk merubah segalanya.
Hari itu, ukhty mengajarkanku banyak hal, bahwa sebagai seorang muslimah kita wajib menutup aurat bukan hanya sekedar membungkus tetapi benar-benar menutupnya sesuai dengan firman Allah (Q.S An-Nur : 59 dan Al-Ahzab :31) yang dimana kita dianjurkan untuk menutup aurat kita. Bukan hanya itu, ukhty juga mengingatkanku kembali bahwa cinta yang penuh keberkahan adalah cinta yang melalui pernikahan, bukan cinta yang melalui ikatan pacaran. Jodoh adalah rahasia Allah. Maka kita patut untuk menjadi sosok yang baik. Sebagaimana kita ketahui bahwa “wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula. Yang kesekian kalinya aku mendengar kembali sebuah kata bahwa sejahat-jahatnya seorang laki-laki, dia akan memilih wanita yang baik-baik untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya Kelak.... semua kata itu membuatku tersadar bahwa menjadi seorang wanita kita harus senantiasa menjaga diri dan menutup aurat senantiasa menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan_Nya.  Menjadi seorang wanita muslimah haruslah sabar dan tau akan semua hal-hal yang tak boleh dilakukan. Karena tak ada yang dapat menjamin ketika seorang wanita dan laki-laki berdua-duaan tak melakukan apa-apa. Kita tak dapat menjamin Walaupun kita mengatakan bahwa kita tak akan melakukan apa-apa.
Sebuah cerita pendek inspirasi yang dikatakan oleh ukhty pada saat itu bahwa “ suatu hari ada seorang laki-laki dan wanita yang hendak menikah, Keduanya adalah orang yang taat dan paham tentang ajaran agama islam.  suatu ketika mereka hendak melihat rumah yang akan mereka tempati kelak setelah menikah. mereka meminta orang tuanya untuk menemati melihat situasi dan kondisi rumah itu tetapi orang tuanya sibuk dan tidak dapat menemani keduanya. Kemudian keduanya menemui temennya untuk memintanya menemani melihat rumah itu tetapi dalam perjalanan temannya tiba-tiba harus pergi kesuatu tempat yang sangat mendesak. Terpaksa mereka berdua melanjutkan perjalan menuju rumah itu tanpa ditemani oleh siapapun. Seasampainya di rumah tersebut sang wanita hendak ke WC dan tiba-tiba sang wanita berteriak histeris melihat ada kecoak di dalam WC. Dan dengan niat ingin menolong calon istrinya, sang laki-laki langsung masuk melihat apa yang terjadi pada calon istrinya dan setelah masuk keduanya tanpa sadar melakukan hubugan yang tak seharusnya mereka lakukan pada saat itu. Dan setelah hal itu terjadi keduanya baru menyasal dan sadar akan apa yang telah dilakukannya. Dan sang wanita menetaskan air mata penyesalan di pipinya dan laki-lakipun berkata jangan bersedih kita akan menikah 1 minggu lagi. Dan setelah itu mereka pulang, dalam perjalanan mereka mengalami kecelakaan, laki-lakinya meninggal dan sang wanita selamat dalam kejadian itu. Dan sang wanitapun hamil tanpa suami. Dan keluarga sang laki-laki tidak percaya bahwa itu adalah perbuatan anaknya karena yang mereka ketahui bahwa anaknya anak laki-laki yang soleh dan paham agama, mereka berpikir bahwa tidak mungkin anaknya melakukan hal itu. Dari kisah itu akupun tersadar bahwa tak ada seorangpun yang dapat menjamin apa yang akan terjadi dan apa yang kita lakukan jika seperti itu. Kita akan menanggung malu dan dosa yang sangat besar. Setelah itu akupun meluruskan kembali niat dan tekadku untuk merubah segalanya menjadi lebih baik lagi. Meninggalkan segala hal yang tak semestinya dilakukan. Mari kita sama-sama merenung dan mengambil hikmah dari kisah tersebut. Semoga kita senantiasa di mudahkan dalam menuju jalan yang benar, jalan yang senantiasa di Ridhoi oleh Allah SWT. Dan tak henti-hentinya aku bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepada Allah aku dapat berada di tempat ini @Etos Makassar. Yang telah mengajarkanku banyak hal. Syukron.......
“Menuju perubahan diri menjadi sosok wanita yang soleha”
Inilah ceritaku bagaimana ceritamu ukhty....... keep smile
Wassalamualaikum Wr.Wb