Motivasi
Perubahanku
Ukhty ......Bertemu denganmu adalah
suatu hal yang sangat berarti bagiku, dimana dirimu adalah sosok wanita yang
dikaruniai sebuah paras yang begitu cantik dengan tingkah laku yang lemah
lembut yang senantiasa taat dan bertaqwa pada Allah...... Ukhty..... aku tidak
pernah menyangka bisa bertemu dengan dirimu secara langsung, sebuah kebahagian bagiku
dan terasa bagai mimpi bahwa dirimu benar-benar ada dihadapanku. Sebuah kebahagiaan
tersendiri buatku dan mungkin bagi sebagian besar muslimah yang berada satu
tempat bersamamu pada saat itu.
Sebuah kegiatan seminar kemuslimahan
dengan tema “Dedikasi Terbaik Untuk yang dicintai karena Allah” yang
mempertemukan kita pada saat itu. Ini bukan sebuah kebetulan tetapi ini adalah
salah satu rencana Allah yang dengan mengikuti kegiatan itu diriku dapat
berdenganmu secara langsung dan dengan sebuah kata-kata yang ukhty ucapkan yang
menggerakkan hatiku. Bahwa “Ampunan Allah sangatlah Luas Maka Memohon Ampunlah”
dengan kata itu aku kembali merenung bahwa begitu banyak kehilafan yang pernah
saya lakukan, begitu banyak sebuah kesalahan yang pernah saya lakukan, dan
begitu sering saya lalai dalam kewajibanku. Dan saya bertekad untuk memperbaiki
diriku menuju perubahan yang lebih baik... dan aku teringat dengan kata salah
seorang teman kuliahku bahwa “siapapun kita dimasa lalu, bukan berarti kita
tidak berhak untuk menjadi muslim/muslimah yang baik”. Yang membuatku semakin kuat
untuk merubah segalanya.
Hari itu, ukhty mengajarkanku banyak
hal, bahwa sebagai seorang muslimah kita wajib menutup aurat bukan hanya
sekedar membungkus tetapi benar-benar menutupnya sesuai dengan firman Allah
(Q.S An-Nur : 59 dan Al-Ahzab :31) yang dimana kita dianjurkan untuk menutup
aurat kita. Bukan hanya itu, ukhty juga mengingatkanku kembali bahwa cinta yang
penuh keberkahan adalah cinta yang melalui pernikahan, bukan cinta yang melalui
ikatan pacaran. Jodoh adalah rahasia Allah. Maka kita patut untuk menjadi sosok
yang baik. Sebagaimana kita ketahui bahwa “wanita yang baik akan mendapatkan
laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya laki-laki yang baik akan mendapatkan
wanita yang baik pula. Yang kesekian kalinya aku mendengar kembali sebuah kata
bahwa sejahat-jahatnya seorang laki-laki, dia akan memilih wanita yang
baik-baik untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya Kelak.... semua kata
itu membuatku tersadar bahwa menjadi seorang wanita kita harus senantiasa
menjaga diri dan menutup aurat senantiasa menjalankan kewajiban dan menjauhi
larangan_Nya. Menjadi seorang wanita muslimah
haruslah sabar dan tau akan semua hal-hal yang tak boleh dilakukan. Karena tak
ada yang dapat menjamin ketika seorang wanita dan laki-laki berdua-duaan tak
melakukan apa-apa. Kita tak dapat menjamin Walaupun kita mengatakan bahwa kita
tak akan melakukan apa-apa.
Sebuah cerita pendek inspirasi yang
dikatakan oleh ukhty pada saat itu bahwa “ suatu hari ada seorang laki-laki dan
wanita yang hendak menikah, Keduanya adalah orang
yang taat dan paham tentang ajaran agama islam.
suatu ketika mereka hendak melihat rumah yang akan mereka tempati kelak
setelah menikah. mereka meminta orang tuanya untuk menemati melihat situasi dan
kondisi rumah itu tetapi orang tuanya sibuk dan tidak dapat menemani keduanya.
Kemudian keduanya menemui temennya untuk memintanya menemani melihat rumah itu
tetapi dalam perjalanan temannya tiba-tiba harus pergi kesuatu tempat yang
sangat mendesak. Terpaksa mereka berdua melanjutkan perjalan menuju rumah itu
tanpa ditemani oleh siapapun. Seasampainya di rumah tersebut sang wanita hendak
ke WC dan tiba-tiba sang wanita berteriak histeris melihat ada kecoak di dalam
WC. Dan dengan niat ingin menolong calon istrinya, sang laki-laki langsung
masuk melihat apa yang terjadi pada calon istrinya dan setelah masuk keduanya
tanpa sadar melakukan hubugan yang tak seharusnya mereka lakukan pada saat itu.
Dan setelah hal itu terjadi keduanya baru menyasal dan sadar akan apa yang
telah dilakukannya. Dan sang wanita menetaskan air mata penyesalan di pipinya
dan laki-lakipun berkata jangan bersedih kita akan menikah 1 minggu lagi. Dan
setelah itu mereka pulang, dalam perjalanan mereka mengalami kecelakaan,
laki-lakinya meninggal dan sang wanita selamat dalam kejadian itu. Dan sang
wanitapun hamil tanpa suami. Dan keluarga sang laki-laki tidak percaya bahwa
itu adalah perbuatan anaknya karena yang mereka ketahui bahwa anaknya anak
laki-laki yang soleh dan paham agama, mereka berpikir bahwa tidak mungkin
anaknya melakukan hal itu. Dari kisah itu akupun tersadar bahwa tak ada
seorangpun yang dapat menjamin apa yang akan terjadi dan apa yang kita lakukan
jika seperti itu. Kita akan menanggung malu dan dosa yang sangat besar. Setelah
itu akupun meluruskan kembali niat dan tekadku untuk merubah segalanya menjadi
lebih baik lagi. Meninggalkan segala hal yang tak semestinya dilakukan. Mari
kita sama-sama merenung dan mengambil hikmah dari kisah tersebut. Semoga kita
senantiasa di mudahkan dalam menuju jalan yang benar, jalan yang senantiasa di
Ridhoi oleh Allah SWT. Dan tak henti-hentinya aku bersyukur atas kesempatan
yang diberikan kepada Allah aku dapat berada di tempat ini @Etos Makassar. Yang
telah mengajarkanku banyak hal. Syukron.......
“Menuju
perubahan diri menjadi sosok wanita yang soleha”
Inilah
ceritaku bagaimana ceritamu ukhty....... keep smile
Wassalamualaikum
Wr.Wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar